Translate :
Showing posts with label Knowledge Articles. Show all posts
Showing posts with label Knowledge Articles. Show all posts

January 8, 2018

Download CV + Tips dan Trik Membuat Curriculum Vitae Untuk Melamar Pekerjaan 2018

Format Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup atau sering disebut Resume, di setiap negara berbeda-beda. Hal ini karena dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan, pandangan politik, juga aturan main yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (USA) tidak perlu mencantumkan hal-hal yang dianggap sangat pribadi seperti foto, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir.
Sedangkan di Indonesia justru sebaliknya, dalam membuat CV atau Daftar Riwayat Hidup, justru wajib mencantumkan status perkawinan, tempat dan tanggal lahir, serta melampirkan foto.

Note : Link download di bawah ini aman tanpa iklan, itu saya upload di box.net karena lebih simpel dan cepat, format file download-an .rar

LINK DOWNLOAD : CV + SURAT LAMARAN KERJA oleh IRVINESHARE 2018

Berikut ini beberapa hal yang baiknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup untuk perusahan/instansi/lembaga di Indonesia (baik untuk perusahaan/lembaga lokal, nasional, maupun internasional).

A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae / Daftar Riwayat Hidup.
1. Identitas (Data Pribadi).
Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti :
  1. Nama Lengkap
  2. Jenis Kelamin > ex: Laki-laki / Perempuan
  3. Tempat dan Tanggal Lahir > ex: Jakarta, 17 agustus 1986
  4. Kewarganegaraan > ex: Indonesia
  5. Agama
  6. Status Perkawinan > ex: Menikah - Belum Menikah
  7. Tinggi dan Berat Badan > ex: 170 cm - 65 kg
  8. Alamat Lengkap > ex: Nama Jalan, Blok, No. Rumah, RT/RW, Nama Perumahan/Komplek, Kecamatan, Kelurahan, Kota, Propinsi, serta Kode Pos.
  9. Nomer Handphone, Telp. Rumah, * Fax (optional) > ex: 0856.1234.567 / 021.880.1234
  10. Email (recommended)
2. Pendidikan.

Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah anda ikuti; lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).

3. Kemampuan.
Uraikan secara singkat kemampuan anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Misalkan anda melamar kerja di bidang akuntansi, maka jelaskan secara singkat bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan, biasa bekerja menggunakan komputer, dsb-nya. Tentu saja kemampuan-kemampuan yang anda tulis/cantumkan tersebut harus benar-benar anda miliki. Jangan mencantumkan kemampuan yang tidak anda miliki.

4. Pengalaman kerja.
Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi (bila ada), tanggung jawab dan wewenang pekerjaan. Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut. Urutannya dimulai dari pekerjaan (atau jabatan atau posisi) terakhir.

5. Pengalaman Organisasi. (bila ada)
Cantumkan pengalaman organisasi yang relevan (sesuai atau berhubungan) dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 5 ini.

6. Referensi Kerja. (bila ada)
Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).
Penting : Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus sangat yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui tentang anda serta akan memberikan informasi positif mengenai diri anda. Seandainya anda ragu-ragu bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut (lewati saja yang nomor 6 ini).

7. Pengalaman lain yang menunjang. (bila ada)
Cantumkan pengalaman lain yang menunjang “promosi anda”. Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Jika anda melamar untuk posisi program komputer, maka pengalaman anda sebagai Ketua RW atau juara bulutangkis, tentunya tidak relevan. Jadi bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 7 ini.

B. Tips Penulisan. (Kertas, Huruf, Foto, Dokumen Pendukung)  
1. Gunakan kertas putih polos.
CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar). Sebaiknya jangan menggunakan form CV yang dijual di toko-toko.

2. Diketik dengan huruf standar surat resmi.
CV jangan ditulis tangan, namun diketik. Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman  atau juga Calibri.

3. Foto terbaru.
Lampirkan pas foto terbaru ukuran 3×4 atau 4×6. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (misalkan jas lengkap dengan dasi). Lampirkan minimal 2 lembar.

4. Dokumen pendukung.
Lampirkan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam CV seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb (dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy).
Agar dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda menyeleksi/menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk dilampirkan.
Penting : Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya. Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda. Namun, seandainya perusahaan penerima kerja meminta/mensyaratkan untuk melampirkan transkrip nilai, barulah anda “terpaksa” melampirkannya. Sebaliknya jika transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.

C. Beberapa Saran Penting.  
1. Jujur, Jangan Berbohong.
Ingat, jangan sekali-kali menuliskan pada CV anda suatu pengalaman yang anda sendiri tidak mengalaminya. Memang seseorang terkadang merasa gengsi dengan pengalaman yang dia miliki, karena merasa kalah pengalaman. Percayalah pada diri anda sendiri bahwa anda mempunyai kelebihan yang orang lain tidak punya.

2. Jumlah Halaman.
Pada umumnya CV hanya terdiri dari 1 (satu) atau 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat pekerjaan/karir anda sangat banyak, juga pendidikan/kursus/pelatihan anda sangat banyak. Dan anda menganggap bahwa itu penting untuk ditampilkan, maka anda boleh menambahkannya menjadi 3 (tiga) halaman CV sebagai lampiran Surat Lamaran Kerja, tidak masalah. Tetapi khusus untuk Surat Lamaran Kerja, tetap upayakan 1 (satu) halaman.

3. Tata Bahasa, Tanda Baca, dan Ejaan.
Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tata bahasa, tanda baca, dan ejaan. Bacalah kembali tata bahasa di buku atau Kamus Bahasa Indonesia. Atau klik disini untuk  melihat pedoman tentang tanda bahasa, tanda baca, dan ejaan.
Jika anda menulis CV dalam Bahasa Inggris, dan anda belum yakin, maka cobalah minta dicek kembali atau di-review oleh teman/kerabat yang menguasai Bahasa Inggris tersebut.

4. Eksplisit (Gamblang, Jelas).
Jangan membuat orang yang membaca CV atau resume anda mengintepretasikan atau mengartikan hal yang berbeda.
Contoh: CV pada bagian pendidikan, anda menuliskan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila, dan tidak menambahkan nama kota lokasinya. Jangan berasumsi bahwa pembaca pasti tahu Universitas Pancasila itu ada di Jakarta. Oleh karena itu tambahkan nama kota dibelakangnya, misalkan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila – Jakarta.

5. Mudah Dibaca dan Mudah Dicerna.
CV yang dibuat secara kacau-balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat CV yang mudah dibaca, mudah dicerna, urutannya jelas, dan logis.
Bila perlu bagian-bagian atau kata-kata yang anda anggap sangat penting untuk ditonjolkan, dapat ditulis dengan huruf tebal (bold). Namun jangan terlalu banyak bagian yang ditebalkan, sehingga tidak terlihat lagi bagian yang sangat penting tersebut.

Demikian uraian tentang panduan cara membuat Curriculum Vitae (CV) dengan baik & benar. Semoga dapat dijadikan bahan acuan untuk anda yang ingin membuat CV. Dan, semoga anda mendapatkan pekerjaan yang anda impikan. [src.custumized]

READ MORE >> Download CV + Tips dan Trik Membuat Curriculum Vitae Untuk Melamar Pekerjaan 2018

December 7, 2017

Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka

Pada artikel yang bersumber dari Wikipedia Indonesia ini, saya akan menuliskan tentang Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka yang sesuai dengan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan". Mudah-mudahan dapat dijadikan bahan acuan dalam pembuatan karya ilmiah, misalnya: tesis, skripsi, laporan PKL, paper, tugas kuliah/sekolah, proposal, cerpen, buku, artikel, dan sebagainya.

1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Ditulis dengan angka Arab atau Romawi.
2. Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi; satuan waktu; nilai uang; dan kuantitas.
3. Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat.
4. Angka dipakai untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.
5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf secara umum dipisahkan antar tiap bagian dan awalan "per-" (untuk pecahan) digunakan menyatu dengan bagian yang langsung mengikutinya.
6. Lambang bilangan tingkat dituliskan dengan tiga cara: angka Romawi, tanda hubung antara "ke-" dan angka, atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata.
7. Lambang bilangan yang mendapat akhiran "-an" ditulis dengan tanda hubung antara angka dan "-an" atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata.
8. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah.
9. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja agar mudah dibaca.
10. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Jika dituliskan sekaligus, penulisan harus tepat.
11. Tanda hubung "ke-" tidak disambung pada bilangan yang menyatakan jumlah. Misalnya: Keempat anak tersebut sedang bersenang-senang.

Contoh:
* Jika ditulis dengan angka Arab, bilangan ditulis dengan diawali ke-. Jika ditulis dengan angka Romawi, bilangan ditulis sendirian.
o Benar: abad kesebelas, abad ke-11, abad XI
o Salah: abad ke sebelas, abad ke 11, abad ke-XI, abad 11

* Penulisan tahun
o Benar: 1960-an
o Salah: 1960an

Baca juga artikel berikut ini:
Pedoman Penulisan Tanda Baca
Pedoman Penulisan Huruf Kapital
Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim

Silahkan berkomentar..Terima Kasih..
READ MORE >> Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka

December 6, 2017

Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim

Pada artikel yang bersumber dari Wikipedia Indonesia ini, saya akan menuliskan tentang Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim yang sesuai dengan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan". Mudah-mudahan dapat dijadikan bahan acuan dalam pembuatan karya ilmiah, misalnya: tesis, skripsi, laporan PKL, paper, tugas kuliah/sekolah, proposal, cerpen, buku, artikel, dan sebagainya.


Singkatan
Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih.
1. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik.
2. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan/organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
3. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Tetapi, singkatan umum yang terdiri hanya dari dua huruf diberi tanda titik setelah masing-masing huruf.
4. Lambang kimia, singkatan satuan ukur, takaran, timbangan, dan mata uang asing tidak diikuti tanda titik.

Akronim
Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, suku kata, ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
1. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
2. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.
3. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil.

Akronim dan singkatan sebagai judul
Akronim dan singkatan hanya sebaiknya digunakan sebagai judul jika hal tersebut jauh lebih terkenal daripada kepanjangannya (misalnya AIDS vs. Acquired Immune Deficiency Syndrome, radar vs. Radio Detection and Ranging).

Seringkali suatu singkatan yang terkenal kepanjangannya menggunakan bahasa asing sehingga penutur bahasa Indonesia yang terbiasa menggunakan akronim/singkatan yang telah diserap dalam bahasa Indonesia tersebut lebih terbiasa dengan singkatannya. Hal ini juga patut dicermati.
Contoh:
ASEAN vs. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

Untuk beberapa judul artikel pembaca dalam bahasa Indonesia mungkin akrab dengan lebih dari satu varian nama, misalnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, PBB, United Nations, UN, yang semuanya menunjuk ke entitas yang sama.

Sebisa mungkin jika kepanjangan suatu akronim dijadikan judul artikel maka perlu dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia, jika ada, maka sebaiknya padanan tersebutlah yang dijadikan judul artikel tersebut, misalnya UNESCO vs. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Akronim atau singkatan yang terdiri dari dua atau tiga huruf tidak sebaiknya dijadikan judul, kecuali untuk kasus-kasus istimewa, karena akronim dan singkatan yang terdiri dari dua atau tiga huruf dapat memiliki kepanjangan lebih dari satu dalam bahasa-bahasa yang berbeda. Anda disarankan untuk meneliti di abbreviations.com atau di Wikipedia bahasa Inggris yang lebih lengkap daripada Wikipedia bahasa Indonesia.

* DR, Dr, atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit)

1. Doktor (Akademisi S3) = Dr.
Dr. Jiwasena Ibrahim

2. Dokter (ahli penyakit) = dr.
dr. Bratasena Safaraz

Sering ditanyakan, bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. Hal ini adalah masalah tata kalimat. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. Karena penulian huruf di awal kalimat / kata setelah titik, akan otomatis harus huruf kapital. Karena akan membingungkan jika akan menuliskan nama seorang dokter maka sesuai pedoman penulisan, akan tertulis Dr., jadi harus ditulis misal "Dokter Bratasena Safaraz akan mengunjungi pasien besok pagi."

Baca juga artikel berikut ini:
Pedoman Penulisan Tanda Baca
Pedoman Penulisan Huruf Kapital
Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka

Silahkan berkomentar..Terima Kasih..
READ MORE >> Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim

December 5, 2017

Pedoman Penulisan Huruf Kapital

Pada artikel yang bersumber dari Wikipedia Indonesia ini saya akan menuliskan tentang Pedoman Penulisan Huruf Kapital yang sesuai dengan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan". Mudah-mudahan dapat dijadikan bahan acuan dalam pembuatan karya ilmiah, misalnya: tesis, skripsi, laporan PKL, paper, tugas kuliah/sekolah, proposal, cerpen, buku, artikel, dan sebagainya.

1. Huruf kapital atau huruf besar sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh:
* Dia mengantuk
* Kita harus bekerja keras
* Apa maksudnya?
* Selamat pagi.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh:
* Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"
* Bapak menasihati, "Berhati-hatilah, Nak!"

3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.;
Contoh:
* Allah
* Yang Maha Pengasih
* ...dan Kami turunkan kepadamu..

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dari nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
* Haji Agus Salim
* Presiden Soekarno

5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, instansi, atau nama tempat.
Contoh:
* Ia Gubernur DKI Jakarta
* Bapak Menteri Keuangan Republik Indonesia

Tetapi perhatikan juga penulisan berikut:
* "Siapakah gubernur yang baru saja dilantik itu?"
* Brigadir Jendral Sugiarto baru dilantik menjadi mayor jendral.

Pada contoh di atas, jika hanya jabatan atau pangkat tanpa disebutkan nama orangnya, tidak perlu di kapital.

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang.
Contoh:
* Gema Prasada
* Menara Bratasena
* Dermaga Jiwasena

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Contoh:
* suku Sasak
* bangsa Indonesia

Tetapi perhatikan juga penulisan berikut:
* mengindonesiakan kata asing
* keinggris-inggrisan.

Catatan: Huruf kapital tidak dipakai untuk kata 'bangsa', 'suku', dan 'bahasa' yang mengawali sebuah nama.

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contoh:
* Bandung Lautan Api
* Proklamasi Kemerdekaan
* hari Minggu
* Idul Fitri.

Tetapi perhatikan juga penulisan berikut:
* memproklamasikan kemerdekaan

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi
Contoh:
* Asia Tenggara
* Jazirah Arab
* Selat Sunda
* Kota Bekasi.

Tetapi perhatikan juga penulisan berikut:
* Berlayar ke teluk.
* Pada hari minggu ku turut ayah ke kota.

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama negara, badan, lembaga pemerintahan, dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali konjungsi.
Contoh:
* Departemen Perhubungan
* Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
* Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak

Tetapi perhatikan juga penulisan berikut:
* Menurut undang-undang dasar kita
* Menjadi sebuah republik

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata partikel, seperti: di, ke, dari, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh:
* Dari Ave Maria ke Jalan Lain Menuju Roma
* Pelajaran Ekonomi untuk Sekolah Menengah Umum

12. Huruf kapital dipakai dalam singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
* Dr. = Doktor
* dr. = Dokter
* Sdr. = Saudara
* S.Sos. = Sarjana Sosial

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
Contoh:
* Kapan Bapak berangkat?
* Surat Saudara sudah saya terima.

Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
Contoh:
* Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
* Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

14. Huruf kapital dipakai untuk menyebutkan judul karya ilmiah (bukan judul buku).
Contoh:
* PENELITIAN BAWANG GORENG

Catatan: Jika judul karya ilmiah itu memiliki kata konjungsi (kata penghubung), maka huruf kapital hanya diberikan di huruf pertama setiap kata, sementara huruf pertama kata konjungsi tetap menggunakan huruf kecil.
Contoh:
* Penelitian Tentang Gempa Aceh dan Yogyakarta.

Baca juga artikel berikut ini:
Pedoman Penulisan Tanda Baca
Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim
Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka

Silahkan berkomentar..Terima Kasih..
READ MORE >> Pedoman Penulisan Huruf Kapital

February 4, 2009

Pedoman Penulisan Tanda Baca

,Pada artikel yang bersumber dari Wikipedia Indonesia ini, saya akan menuliskan tentang Pedoman Penulisan Tanda Baca yang sesuai dengan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan". Mudah-mudahan dapat dijadikan bahan acuan dalam pembuatan karya ilmiah, misalnya: tesis, skripsi, laporan PKL, paper, tugas kuliah/sekolah, proposal, cerpen, buku, artikel, dan sebagainya.

Tanda Titik ( . )

1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh:
Saya suka makan nasi.
Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan (spasi). Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah.

2. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh:
* M. Raihan Hafidz
* Vino G. Bastian
Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
Contoh:
* Muhammad Raihan Hafidz
* Vino Giovanni Bastian

3. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
* Dr. (Doktor)
* Ny. (Nyonya)
* S.E. (Sarjana Ekonomi)

4. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh:
* dll. (dan lain-lain)
* dsb. (dan sebagainya)
* tgl. (tanggal)
Dalam karya ilmiah seperti skripsi, makalah, laporan, tesis, dan disertasi, dianjurkan tidak mempergunakan singkatan.

5. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar.
Contoh:
A. Latar Belakang.
B. Tujuan Penelitian.
Jika berupa angka, maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal.
Contoh:
* 1.1
* 1.2
* 1.2.1

6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh:
Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)

7. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:
* Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.
* Nomor Giro 033983 telah saya berikan kepada Ipras.

8. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, yang terdapat di dalam nama badan pemerintah, lembaga- lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat.
Contoh:
* Sekjen : (Sekretaris Jenderal)
* UUD : (Undang-Undang Dasar)
* SMA : (Sekolah Menengah Atas)
* WHO : (World Health Organization)

9. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
Contoh:
* Cu (Kuprum)
* 52 cm
* l (liter)
* Rp 350,00

10. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel dan sebagainya.
Contoh:
* Latar Belakang Pembentukan
* Sistem Acara

11. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat, atau nama dan alamat penerima surat.
Contoh:
* Jalan Kebayoran 32
* Jakarta, 29 Oktober 2007
* Yth.Sdr.Gema

Tanda Koma ( , )
Setiap penggunaan tanda koma, harus diberikan satu ketukan (spasi) setelah tanda koma tersebut.

1.
Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh:
Saya menjual baju, celana, dan topi.
Contoh penggunaan yang salah:
Saya membeli udang, kepiting dan ikan.

2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
Contoh:
Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.

3.a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
Contoh:
* Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
* Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.

3.b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
Contoh:
* Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
* Dia lupa akan janjinya karena dia sibuk.

4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh:
* Oleh karena itu, kamu harus datang.
* Jadi, saya tidak jadi datang.

5. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:
* O, begitu.
* Wah, bukan main.

6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh:
Kata adik, "Saya sedih sekali".

7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal, (ii) bagian-bagian kalimat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:
* Medan, 18 Juni 1984
* Medan, Indonesia.

8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh:
Lanin, Ivan, 1999. Cara Penggunaan Wikipedia. Jilid 5 dan 6. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia.

9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh:
I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. (Bandung: UP Indonesia, 1990), hlm. 22.

10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contoh:
Rinto Jiang, S.E.

11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh:
* 33,5 m
* Rp 10,50

12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh:
pengurus Wikipedia favorit saya, Borgx, pandai sekali.

13. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:
Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
Bandingkan dengan:
Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.

14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Contoh: "Di mana Pras tinggal?" tanya Depran.

Tanda Titik Koma ( ; )
1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh:
Malam makin larut; kami belum selesai juga.

2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh:
Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.

Tanda Titik Dua ( : )
1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh:
* yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari.
* Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan.

2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan rangkaian.
Contoh:
Ketua : Gema Prasada
Wakil Ketua : Dhany Safari Putra
Sekretaris : Apriguno Putrantio
Wakil Sekretaris : Ahmad Buchori
Bendahara : Dwi Setiawan
Wakil bendahara : Dycka Triananda
Humas : Arya Yudha Asmoro

3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
Dhany : "Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Wikipedia!"
Depran : "Siap, Boss!"

4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh:
(i) Tempo, I (1971), 34:7
(ii) Surah Yasin:9
(iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit.

5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh:
Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.

Tanda Hubung ( - )
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Contoh:
....dia beli ba-
ru juga.

- Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris.
Contoh:
.... masalah i-
tu akan diproses.

2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris.
Contoh:
.... cara baru meng-
ukur panas
akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.
contoh:
.........mengharga-
i pendapat.

3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh:
anak-anak
Tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.

4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh:
p-e-n-g-u-r-u-s

5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
bandingkan:
Contoh:
* ber-evolusi dengan be-revolusi
* dua puluh lima-ribuan (20x5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1x25000).
* Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah
* PN dengan di-PN-kan.

6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata.
Contoh:
* se-Indonesia
* hadiah ke-2
* tahun 50-an
* ber-SMA
* KTP-nya nomor 11111
* bom-V2
* sinar-X.

7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:
* di-charter
* pen-tackle-an

8. Tanda hubung dipakai sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang).
Contoh:
10-5 = 5

Tanda Pisah ( — )
1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
Contoh:
Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar

-Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak.
Contoh:
Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera

2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas.
Contoh:
Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti 'ke', atau 'sampai'.
Contoh:
* 1919—1921
* Medan—Jakarta
* 10—13 Desember 1999

Tanda Elipsis ( ... )
Tanda ini dinyatakan dengan menggunakan tiga titik, untuk mengekspresikan jeda dan keheningan agak panjang dalam sebuah kalimat, agar pembaca dapat memahami situasi yang hening atau menunggu. Tanda ini juga digunakan untuk menggambarkan bahwa kalimat tersebut dilisankan dengan berbisik atau suara yang pelan sekali. Pada penulisan petikan langsung jika tanda elipsis diulang-ulang beberpa kali berarti bahwa kalimat tersebut dilisankan dengan terbata-bata dan sangat pelan.

Tanda Tanya ( ? )

Ditulis hanya pada akhir kalimat untuk menggambarkan kalimat pertanyaan, sehingga pembaca akan mengerti intonasi kalimat tersebut jika dilisankan/ diucapkan. Dengan demikian kalimat tanya dimengerti dan merangsang pembaca atau pendengar untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Tanda Seru ( ! )
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat. Contoh:
Contoh:
* Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
* Bersihkan meja itu sekarang juga!
* Sampai hati ia membuang anaknya!
* Merdeka!

Tanda Kurung (...)
Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan.
Contoh:
* Bagian Keuangan sudah selesai menyusun anggaran tahunan kantor yang akan dibahas dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) besok

Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh:
* Satelit Palapa (pernyataan sumpah yang dikemukakan Gajah Mada) membentuk sistem satelit domestik di Indonesia.
* Pertumbuhan penjualan tahun ini (lihat Tabel 9) menunjukkan adanya perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri.

Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Contoh:
* Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a)
* Pembalap itu berasal dari (kota) Medan.

Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Contoh:
* Bauran Pemasaran menyangkut masalah (a) produk, (b) harga, (c) tempat, dan (c) promosi.

Tanda Kurung Siku [...]

Digunakan untuk tambahan komentar yang bukan berasal dari penulis asli.
Contoh:
* Katanya, "[Adam] tidak datang ke sekolah hari ini".

Tanda Kurung Lancip (<...>)
Biasa digunakan di bahasa komputer HTML

Tanda Garis Bawah ( _ )
Biasa digunakan pada alamat e-mail

Tanda Kurung Ganda «...»
Biasa digunakan di bahasa pemrograman komputer

Tanda Petik "..."
1. Tanda petik digunakan untuk menyatakan suatu kalimat langsung atau kadang juga sebagai penegasan.
Contoh:
kata Ketua, "Kita akan segera berangkat besok."

Tanda Petik Tunggal '...'
Tanda petik tunggal biasa digunakan untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain.
Contoh
:
“Aku mendengar seseorang memanggil, ‘Nori, Nori’, dari hutan itu,” ujar Ramon.

Tanda petik tunggal juga digunakan untuk mengapit terjemahan, ungkapan asing, atau penjelasan kata. Kalau dalam linguistik, tanda petik itu disebutkan mengapit makna.

Tanda Garis Miring ( / )

Biasa digunakan untuk menyatakan "atau", biasanya untuk dua kata yang bersinonim.
Contoh:
* Membuat / melakukan. (dibaca: membuat atau melakukan)

Untuk dua hal yang hampir serupa bunyinya, dalam hal ini tanda "/" tidak dibaca.
Contoh:
* RT/RW
* AC/DC

Baca juga yang artikel berikut ini:
Pedoman Penulisan Huruf Kapital
Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim
Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka

Silahkan berkomentar..Terima Kasih..
READ MORE >> Pedoman Penulisan Tanda Baca

  © 2008 - 2011 by GEMA PRASADA

Back to TOP PAGE  

;