Translate :

January 8, 2018

Download CV + Tips dan Trik Membuat Curriculum Vitae Untuk Melamar Pekerjaan 2018

Format Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup atau sering disebut Resume, di setiap negara berbeda-beda. Hal ini karena dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan, pandangan politik, juga aturan main yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (USA) tidak perlu mencantumkan hal-hal yang dianggap sangat pribadi seperti foto, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir.
Sedangkan di Indonesia justru sebaliknya, dalam membuat CV atau Daftar Riwayat Hidup, justru wajib mencantumkan status perkawinan, tempat dan tanggal lahir, serta melampirkan foto.

Note : Link download di bawah ini aman tanpa iklan, itu saya upload di box.net karena lebih simpel dan cepat, format file download-an .rar

LINK DOWNLOAD : CV + SURAT LAMARAN KERJA oleh IRVINESHARE 2018

Berikut ini beberapa hal yang baiknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup untuk perusahan/instansi/lembaga di Indonesia (baik untuk perusahaan/lembaga lokal, nasional, maupun internasional).

A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae / Daftar Riwayat Hidup.
1. Identitas (Data Pribadi).
Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti :
  1. Nama Lengkap
  2. Jenis Kelamin > ex: Laki-laki / Perempuan
  3. Tempat dan Tanggal Lahir > ex: Jakarta, 17 agustus 1986
  4. Kewarganegaraan > ex: Indonesia
  5. Agama
  6. Status Perkawinan > ex: Menikah - Belum Menikah
  7. Tinggi dan Berat Badan > ex: 170 cm - 65 kg
  8. Alamat Lengkap > ex: Nama Jalan, Blok, No. Rumah, RT/RW, Nama Perumahan/Komplek, Kecamatan, Kelurahan, Kota, Propinsi, serta Kode Pos.
  9. Nomer Handphone, Telp. Rumah, * Fax (optional) > ex: 0856.1234.567 / 021.880.1234
  10. Email (recommended)
2. Pendidikan.

Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah anda ikuti; lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).

3. Kemampuan.
Uraikan secara singkat kemampuan anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Misalkan anda melamar kerja di bidang akuntansi, maka jelaskan secara singkat bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan, biasa bekerja menggunakan komputer, dsb-nya. Tentu saja kemampuan-kemampuan yang anda tulis/cantumkan tersebut harus benar-benar anda miliki. Jangan mencantumkan kemampuan yang tidak anda miliki.

4. Pengalaman kerja.
Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi (bila ada), tanggung jawab dan wewenang pekerjaan. Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut. Urutannya dimulai dari pekerjaan (atau jabatan atau posisi) terakhir.

5. Pengalaman Organisasi. (bila ada)
Cantumkan pengalaman organisasi yang relevan (sesuai atau berhubungan) dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 5 ini.

6. Referensi Kerja. (bila ada)
Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).
Penting : Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus sangat yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui tentang anda serta akan memberikan informasi positif mengenai diri anda. Seandainya anda ragu-ragu bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut (lewati saja yang nomor 6 ini).

7. Pengalaman lain yang menunjang. (bila ada)
Cantumkan pengalaman lain yang menunjang “promosi anda”. Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Jika anda melamar untuk posisi program komputer, maka pengalaman anda sebagai Ketua RW atau juara bulutangkis, tentunya tidak relevan. Jadi bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 7 ini.

B. Tips Penulisan. (Kertas, Huruf, Foto, Dokumen Pendukung)  
1. Gunakan kertas putih polos.
CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar). Sebaiknya jangan menggunakan form CV yang dijual di toko-toko.

2. Diketik dengan huruf standar surat resmi.
CV jangan ditulis tangan, namun diketik. Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman  atau juga Calibri.

3. Foto terbaru.
Lampirkan pas foto terbaru ukuran 3×4 atau 4×6. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (misalkan jas lengkap dengan dasi). Lampirkan minimal 2 lembar.

4. Dokumen pendukung.
Lampirkan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam CV seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb (dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy).
Agar dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda menyeleksi/menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk dilampirkan.
Penting : Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya. Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda. Namun, seandainya perusahaan penerima kerja meminta/mensyaratkan untuk melampirkan transkrip nilai, barulah anda “terpaksa” melampirkannya. Sebaliknya jika transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.

C. Beberapa Saran Penting.  
1. Jujur, Jangan Berbohong.
Ingat, jangan sekali-kali menuliskan pada CV anda suatu pengalaman yang anda sendiri tidak mengalaminya. Memang seseorang terkadang merasa gengsi dengan pengalaman yang dia miliki, karena merasa kalah pengalaman. Percayalah pada diri anda sendiri bahwa anda mempunyai kelebihan yang orang lain tidak punya.

2. Jumlah Halaman.
Pada umumnya CV hanya terdiri dari 1 (satu) atau 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat pekerjaan/karir anda sangat banyak, juga pendidikan/kursus/pelatihan anda sangat banyak. Dan anda menganggap bahwa itu penting untuk ditampilkan, maka anda boleh menambahkannya menjadi 3 (tiga) halaman CV sebagai lampiran Surat Lamaran Kerja, tidak masalah. Tetapi khusus untuk Surat Lamaran Kerja, tetap upayakan 1 (satu) halaman.

3. Tata Bahasa, Tanda Baca, dan Ejaan.
Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tata bahasa, tanda baca, dan ejaan. Bacalah kembali tata bahasa di buku atau Kamus Bahasa Indonesia. Atau klik disini untuk  melihat pedoman tentang tanda bahasa, tanda baca, dan ejaan.
Jika anda menulis CV dalam Bahasa Inggris, dan anda belum yakin, maka cobalah minta dicek kembali atau di-review oleh teman/kerabat yang menguasai Bahasa Inggris tersebut.

4. Eksplisit (Gamblang, Jelas).
Jangan membuat orang yang membaca CV atau resume anda mengintepretasikan atau mengartikan hal yang berbeda.
Contoh: CV pada bagian pendidikan, anda menuliskan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila, dan tidak menambahkan nama kota lokasinya. Jangan berasumsi bahwa pembaca pasti tahu Universitas Pancasila itu ada di Jakarta. Oleh karena itu tambahkan nama kota dibelakangnya, misalkan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila – Jakarta.

5. Mudah Dibaca dan Mudah Dicerna.
CV yang dibuat secara kacau-balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat CV yang mudah dibaca, mudah dicerna, urutannya jelas, dan logis.
Bila perlu bagian-bagian atau kata-kata yang anda anggap sangat penting untuk ditonjolkan, dapat ditulis dengan huruf tebal (bold). Namun jangan terlalu banyak bagian yang ditebalkan, sehingga tidak terlihat lagi bagian yang sangat penting tersebut.

Demikian uraian tentang panduan cara membuat Curriculum Vitae (CV) dengan baik & benar. Semoga dapat dijadikan bahan acuan untuk anda yang ingin membuat CV. Dan, semoga anda mendapatkan pekerjaan yang anda impikan. [src.custumized]

READ MORE >> Download CV + Tips dan Trik Membuat Curriculum Vitae Untuk Melamar Pekerjaan 2018

December 7, 2017

Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka

Pada artikel yang bersumber dari Wikipedia Indonesia ini, saya akan menuliskan tentang Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka yang sesuai dengan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan". Mudah-mudahan dapat dijadikan bahan acuan dalam pembuatan karya ilmiah, misalnya: tesis, skripsi, laporan PKL, paper, tugas kuliah/sekolah, proposal, cerpen, buku, artikel, dan sebagainya.

1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Ditulis dengan angka Arab atau Romawi.
2. Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi; satuan waktu; nilai uang; dan kuantitas.
3. Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat.
4. Angka dipakai untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.
5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf secara umum dipisahkan antar tiap bagian dan awalan "per-" (untuk pecahan) digunakan menyatu dengan bagian yang langsung mengikutinya.
6. Lambang bilangan tingkat dituliskan dengan tiga cara: angka Romawi, tanda hubung antara "ke-" dan angka, atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata.
7. Lambang bilangan yang mendapat akhiran "-an" ditulis dengan tanda hubung antara angka dan "-an" atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata.
8. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah.
9. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja agar mudah dibaca.
10. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Jika dituliskan sekaligus, penulisan harus tepat.
11. Tanda hubung "ke-" tidak disambung pada bilangan yang menyatakan jumlah. Misalnya: Keempat anak tersebut sedang bersenang-senang.

Contoh:
* Jika ditulis dengan angka Arab, bilangan ditulis dengan diawali ke-. Jika ditulis dengan angka Romawi, bilangan ditulis sendirian.
o Benar: abad kesebelas, abad ke-11, abad XI
o Salah: abad ke sebelas, abad ke 11, abad ke-XI, abad 11

* Penulisan tahun
o Benar: 1960-an
o Salah: 1960an

Baca juga artikel berikut ini:
Pedoman Penulisan Tanda Baca
Pedoman Penulisan Huruf Kapital
Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim

Silahkan berkomentar..Terima Kasih..
READ MORE >> Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka

December 6, 2017

Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim

Pada artikel yang bersumber dari Wikipedia Indonesia ini, saya akan menuliskan tentang Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim yang sesuai dengan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan". Mudah-mudahan dapat dijadikan bahan acuan dalam pembuatan karya ilmiah, misalnya: tesis, skripsi, laporan PKL, paper, tugas kuliah/sekolah, proposal, cerpen, buku, artikel, dan sebagainya.


Singkatan
Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih.
1. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik.
2. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan/organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
3. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Tetapi, singkatan umum yang terdiri hanya dari dua huruf diberi tanda titik setelah masing-masing huruf.
4. Lambang kimia, singkatan satuan ukur, takaran, timbangan, dan mata uang asing tidak diikuti tanda titik.

Akronim
Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, suku kata, ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
1. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
2. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.
3. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil.

Akronim dan singkatan sebagai judul
Akronim dan singkatan hanya sebaiknya digunakan sebagai judul jika hal tersebut jauh lebih terkenal daripada kepanjangannya (misalnya AIDS vs. Acquired Immune Deficiency Syndrome, radar vs. Radio Detection and Ranging).

Seringkali suatu singkatan yang terkenal kepanjangannya menggunakan bahasa asing sehingga penutur bahasa Indonesia yang terbiasa menggunakan akronim/singkatan yang telah diserap dalam bahasa Indonesia tersebut lebih terbiasa dengan singkatannya. Hal ini juga patut dicermati.
Contoh:
ASEAN vs. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

Untuk beberapa judul artikel pembaca dalam bahasa Indonesia mungkin akrab dengan lebih dari satu varian nama, misalnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, PBB, United Nations, UN, yang semuanya menunjuk ke entitas yang sama.

Sebisa mungkin jika kepanjangan suatu akronim dijadikan judul artikel maka perlu dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia, jika ada, maka sebaiknya padanan tersebutlah yang dijadikan judul artikel tersebut, misalnya UNESCO vs. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Akronim atau singkatan yang terdiri dari dua atau tiga huruf tidak sebaiknya dijadikan judul, kecuali untuk kasus-kasus istimewa, karena akronim dan singkatan yang terdiri dari dua atau tiga huruf dapat memiliki kepanjangan lebih dari satu dalam bahasa-bahasa yang berbeda. Anda disarankan untuk meneliti di abbreviations.com atau di Wikipedia bahasa Inggris yang lebih lengkap daripada Wikipedia bahasa Indonesia.

* DR, Dr, atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit)

1. Doktor (Akademisi S3) = Dr.
Dr. Jiwasena Ibrahim

2. Dokter (ahli penyakit) = dr.
dr. Bratasena Safaraz

Sering ditanyakan, bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. Hal ini adalah masalah tata kalimat. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. Karena penulian huruf di awal kalimat / kata setelah titik, akan otomatis harus huruf kapital. Karena akan membingungkan jika akan menuliskan nama seorang dokter maka sesuai pedoman penulisan, akan tertulis Dr., jadi harus ditulis misal "Dokter Bratasena Safaraz akan mengunjungi pasien besok pagi."

Baca juga artikel berikut ini:
Pedoman Penulisan Tanda Baca
Pedoman Penulisan Huruf Kapital
Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka

Silahkan berkomentar..Terima Kasih..
READ MORE >> Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim

December 5, 2017

Pedoman Penulisan Huruf Kapital

Pada artikel yang bersumber dari Wikipedia Indonesia ini saya akan menuliskan tentang Pedoman Penulisan Huruf Kapital yang sesuai dengan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan". Mudah-mudahan dapat dijadikan bahan acuan dalam pembuatan karya ilmiah, misalnya: tesis, skripsi, laporan PKL, paper, tugas kuliah/sekolah, proposal, cerpen, buku, artikel, dan sebagainya.

1. Huruf kapital atau huruf besar sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh:
* Dia mengantuk
* Kita harus bekerja keras
* Apa maksudnya?
* Selamat pagi.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh:
* Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"
* Bapak menasihati, "Berhati-hatilah, Nak!"

3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.;
Contoh:
* Allah
* Yang Maha Pengasih
* ...dan Kami turunkan kepadamu..

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dari nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
* Haji Agus Salim
* Presiden Soekarno

5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, instansi, atau nama tempat.
Contoh:
* Ia Gubernur DKI Jakarta
* Bapak Menteri Keuangan Republik Indonesia

Tetapi perhatikan juga penulisan berikut:
* "Siapakah gubernur yang baru saja dilantik itu?"
* Brigadir Jendral Sugiarto baru dilantik menjadi mayor jendral.

Pada contoh di atas, jika hanya jabatan atau pangkat tanpa disebutkan nama orangnya, tidak perlu di kapital.

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang.
Contoh:
* Gema Prasada
* Menara Bratasena
* Dermaga Jiwasena

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Contoh:
* suku Sasak
* bangsa Indonesia

Tetapi perhatikan juga penulisan berikut:
* mengindonesiakan kata asing
* keinggris-inggrisan.

Catatan: Huruf kapital tidak dipakai untuk kata 'bangsa', 'suku', dan 'bahasa' yang mengawali sebuah nama.

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contoh:
* Bandung Lautan Api
* Proklamasi Kemerdekaan
* hari Minggu
* Idul Fitri.

Tetapi perhatikan juga penulisan berikut:
* memproklamasikan kemerdekaan

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi
Contoh:
* Asia Tenggara
* Jazirah Arab
* Selat Sunda
* Kota Bekasi.

Tetapi perhatikan juga penulisan berikut:
* Berlayar ke teluk.
* Pada hari minggu ku turut ayah ke kota.

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama negara, badan, lembaga pemerintahan, dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali konjungsi.
Contoh:
* Departemen Perhubungan
* Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
* Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak

Tetapi perhatikan juga penulisan berikut:
* Menurut undang-undang dasar kita
* Menjadi sebuah republik

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata partikel, seperti: di, ke, dari, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh:
* Dari Ave Maria ke Jalan Lain Menuju Roma
* Pelajaran Ekonomi untuk Sekolah Menengah Umum

12. Huruf kapital dipakai dalam singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
* Dr. = Doktor
* dr. = Dokter
* Sdr. = Saudara
* S.Sos. = Sarjana Sosial

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
Contoh:
* Kapan Bapak berangkat?
* Surat Saudara sudah saya terima.

Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
Contoh:
* Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
* Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

14. Huruf kapital dipakai untuk menyebutkan judul karya ilmiah (bukan judul buku).
Contoh:
* PENELITIAN BAWANG GORENG

Catatan: Jika judul karya ilmiah itu memiliki kata konjungsi (kata penghubung), maka huruf kapital hanya diberikan di huruf pertama setiap kata, sementara huruf pertama kata konjungsi tetap menggunakan huruf kecil.
Contoh:
* Penelitian Tentang Gempa Aceh dan Yogyakarta.

Baca juga artikel berikut ini:
Pedoman Penulisan Tanda Baca
Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim
Pedoman Penulisan Tanggal dan Angka

Silahkan berkomentar..Terima Kasih..
READ MORE >> Pedoman Penulisan Huruf Kapital

Ads

Ads by Google

  © 2008 - 2011 by GEMA PRASADA

Back to TOP PAGE  

;